Renungan Minggu Ini

SENIN, 31 DESEMBER 2012 [SBU]

27.11.2012

MENUJU DUNIA BARU [Malam Akhir Tahun] Wahyu 21 : 9 27 Langit dan bumi yang ada sekarang ini akan

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 [SBU]

MARI DATANG KE PERJAMUAN DI SION [Renungan Pagi]

Yesaya 25 : 6 8

Sion menjadi pusat pemerlntahan Tuhan atas bangsa-bangsa. Ada persekutuan baru dan sempurna antara YHWH Tse-baoth (Allah atas alam semesta) dengan semua bangsa yang datang yaitu Kerajaan yang diselenggarakan oleh Tuhan bagl bangsa-bangsa dan raja-raja, bahkan seluruh penduduk kota Tuhan itu, tanpa terkecuali. Mereka menjadi satu keluarga besar yang duduk makan bersama pada satu meja perjamuan di mana tersedia makanan-minuman yang terbaik mutunya dan berlimpah-limpah jumlahnya.

Tuhan akan mengoyakkan kain perkabungan dan tudung tanda dukacita. Tuhan akan menghapus segala air mata dan aib umat-Nya. Tuhan akan meniadakan maut (neraka) bagi manusia karena dosa-dosanya. Semua orang beriman, termasuk kita dalamnya, akan bersorak-sorak karena kuasa dosa, yaitu maut, telah berakhir dan kuasa kasih yaitu kehidupan baru, sudah datang. Putera Allah yang tunggal, telah memberi kemenangan dan pengharapan baru.

Hanya dengan beriman kepada Kristus, kita beroleh selamat.

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." (Yoh. 14:6). Inilah jaminan iman Kristen. Tidak ada jalan lain untuk mencapai sorga selain melalui Tuhan Yesus Kristus.

Dalam minggu Adven II ini kita duduk bersama sehidangan dalam Perjamuan Kudus-Nya di akhir tahun 2012. Kita mohon penyucian dan pembaharuan Tuhan bagi hidup kita agar layak menerima Sang Juruselamat. Kita satukan sorak-sorai dan sukacita kita karena kasih-Nya memampukan kita melewati liku-liku kehidupan ini.

Doa: (Ya Tuhan sucikan dan baharuilah hidup kami agar kami layak menerima Sang Juruselamat)

MENANTI PERTOLONGAN [Renungan Malam]

Yesaya 25 : 9 12

Ada banjir besar melanda suatu daerah dan seorang saleh berusaha menolong seorang perempuan lanjut usia dengan memegangnya agar tidak hanyut.

Sebuah sampan mendekat dan seorang diantaranya mengatakan biarkan saya menyelamatkan kalian. Tetapi orang saleh itu berkata ambil saja nenek ini, Allah akan menyelamatkan saya. Ketika ia menolong seorang anak kecil datanglah sampan dan ia mengatakan hal yang sarna. Akhirnya orang saleh itu tenggelam dan berjumpa dengan Yang Maha kuasa. Katanya : "bukankah saya sudah menjalani hidup yang baik, mengapa Engkau tidak menolongku ketika banjir melanda?"

Tuhan menjawab : "sesungguhnya Aku sudah berbuat sesuatu menolong engkau dengan mengirim dua sampan".

Tak jarang kita melakukan perbuatan baik untuk memperoleh pertolongan atau penyelamatan dari Tuhan. Namun pada sisi yang lain kurang menyadari akan pertolongan atau penyelamatan Tuhan. Itulah yang diungkapkan Yesaya mewakili pikiran dan perasaan umat. Mereka yakin bahwa hanya Tuhan yang dapat menolong, oleh karena itu mereka menantikan saat penyelamatan itu tiba I yang akan membuat mereka penuh dengan sukacita (ay.9).

Menunggu merupakan pekerjaan paling membosankan dan sulit. Ketidaksabaran, tidak jarang membuat orang menghalalkan segala cara. Sesungguhnya masa menanti dapat menjadi sesuatu yang produktif, jika kita menjalaninya dengan melakukan segala yang berkenan. Begitu pula halnya dalam menantikan Tuhan. Sikap aktif dengan selalu mengandalkan Tuhan akan membuat penantian kita berada dalam pengharapan. Hidup yang demikian akan membuat iman kita semakin diperteguh.

Doa : (Ya Allah yang pengasih, berikanlah kami kemampuan untuk setia menantikan pertolongan-Mu dalam segala situasi)

Artikel Terbaru

MINGGU ADVENT

03.12.2012

PENJELASAN TENTANG SIMBOL IBADAH SESUAI DENGAN TAHUN GEREJA ADVENT artinya 'kedatangan'. Istilah in

Event Terbaru

KECERIAAN PERAYAAN PASKAH - 8 APRIL 2012

25.04.2012

PERAYAAN PASKAH 2012 - KAMPUNG AER