Renungan Minggu Ini

MINGGU, 30 DESEMBER 2012 [SBU]

27.11.2012

BERSORAKLAH: “AMIN, HALELUYA” [Renungan Pagi] Wahyu 19 : 1 – 5 Kitab Wahyu dltulls pada abad perta

MINGGU, 11 NOVEMBER 2012 [SBU]

KEPEMIMPINAN YANG BERTUMPU PADA KUASA TUHAN [Renungan Pagi]

Yoel 3 : 9 – 16

Pemimpin kadang terjebak untuk mencari pemenuhan kehendak individu yang rawan menimbulkan 'kejahatan hati'. Seharusnya pemimpin mencari pemenuhan kehendak kolektif, sebagai fokus untuk mencapai tujuanyang saling menghadirkan ‘kebaikan hati’. Untuk itu, Tuhan harus selalu dlpandang sebagal 'Yang Berkuasa' dan sebagai dasar yang kuat bagi penyelenggaraan kepemimpinan, baik di dalam Gereja maupun di tengah-tengah Masyarakat.

Dengan demikian, Tuhan selalu dilibatkan dalam mencari solusi atas problem sosial, baik di dalam gereja maupun di tengah masyarakat.

Warga Gereja yang sedang diberi kepercayaan memimpin lembaga Gereja harus dapat menemukan jawaban dari Firman Tuhan. Harus diyakini bahwa kuasa Tuhan dapat menghadirkan 'kebaikan hati' bagi setiap upaya yang mencari pemenuhan atas kehendak-Nya.

Secara 'puitis' bacaan hari ini merupakan seruan untuk memasuki kancah peperangan dalam rangka melawan 'kejahatan hati'. Warga Gereja hendaknya memperlengkapi diri dengan perangkat perang, yakni 'kebaikan hati' untuk menjadi pahlawan-pahlawan perang. Sekalipun nampaknya tidak berdaya, namun tetap ikut dalam peperangan yang menghadirkan 'kebaikan hati'. Secara hakiki, Tuhan memberkati umat-Nya yang selia menabur 'kebaikan hati'. Sebaliknya, Tuhan akan memperhitungkan mereka yang melakukan 'kejahatan hati'. Ingatlah, tidak ada kuasa apapun di bumi yang dapat menghalangi kuasa Tuhan. Firman-Nya menyatakan Tuhan sudi menjadi tempat perlindungan bagi umat-Nya yang menghadirkan 'kebaikan hati'. Begitulah Israel, bangsa kepunyaan-Nya, dipakai Tuhan untuk menjadi alat saluran berkat bagi orang lain.

Saatnya bagi kita untuk menghadirkan kepemimpinan yang bertumpu pad a kuasa Tuhan -bukan semata bertumpu pada kuasa kehendak akal-budi individu. Itulah yang akan menghadirkan damai sejahtera di tengah Gereja dan masyarakat.

Doa: (Ya Tuhan jadikanlah kami pemimpin yang hanya bertumpu pada kuasa Tuhan saja)

 

SION RUMAH TUHAN [Renungan Malam]

Yoel 3 : 17 – 21

TUHAN mengaum darl ‘Sion' (Yoel 3: 16; Amos 1: 2). Bagi Yoel, itu berarti TUHAN berflrman kepada para bangsa yang tinggal di setiap negerlnya. Adapun maksud Firman TUHAN di sini, agar para bangsa yang tinggal di Yehuda, Mesir, dan Edam jangan melakukan kekerasan rohani.

Namun yang terjadi justru Mesir dan Edom melakukan kekerasan rohani terhadap Yehuda. Mesir dan Edam memihak kepada 'Babel' ('illah lain': bnd. Mazmur 137: 7), sebaliknya Yehuda memihak kepada TUHAN. Murka TUHAN membuat Mesir dan Edam berubah menjadi padang gurun dari negeri yang awalnya subur, sedangkan

Yehuda menjadi negeri yang subur, bukannya padang gurun.

Yehuda dan Yerusalem akhirnya menjadi tempat kediaman seiama-lamanya bagi para bangsa yang memihak kepada TUHAN.

Terbuktilah bahwa bangsa yang memihak kepada TUHAN mengalami 'berkat TUHAN'. Oi pihak lain, itu juga sebagai bukti,bahwa' keselamatan' senantiasa terjadi bagi umat TUHAN (bnd.Yoel 3: 18-19).

Sebagai umat TUHAN, Firman-Nya harus menjadi pegangan agar kita dapat berperan sebagai pemimpin di tengah masyarakat.

Kita hendaknya menampilkan kepemimpinan yang bersahabat bukan sebaliknya yang suka melakukan kekerasan rohani di hadapan masyarakat. Demikianlah TUHAN tetap diam di Sion, memberkati dan menyelamatkan kita.

 

Doa: (Ya TUHAN; panggilah kami secara lahir-bathin supaya lebih dalam lagi untuk memihak-Mu)

Artikel Terbaru

MINGGU ADVENT

03.12.2012

PENJELASAN TENTANG SIMBOL IBADAH SESUAI DENGAN TAHUN GEREJA ADVENT artinya 'kedatangan'. Istilah in

Event Terbaru

KECERIAAN PERAYAAN PASKAH - 8 APRIL 2012

25.04.2012

PERAYAAN PASKAH 2012 - KAMPUNG AER