Renungan Minggu Ini

SENIN, 31 DESEMBER 2012 [SBU]

27.11.2012

MENUJU DUNIA BARU [Malam Akhir Tahun] Wahyu 21 : 9 – 27 Langit dan bumi yang ada sekarang ini akan

GIDEON, Petani Yang Menjadi Panglima Perang

18 July 2012, 09:34

Pembacaan dari : Hakim-hakim 7: 1-14
Oleh : Pdt.Hallie Jonathans.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Saya sangat terkesan tatkala pasukan Kopashanda, pimpinan Let. Kol. Sintong Panjaitan, untuk berbaris menuju pesawat terbang Garuda “Woyla”saat itu, 28 Maret 1981 di Bangkok. Pasukan bergerak dan cameraman terus menyorot gerak pasukan khusus ini. Tiba-tiba muncullah Letnan Jenderal Leonardus Benjamin Moerdani yang langsung masuk ke dalam barisan penyerbu pesawat “Woyla” itu. Bayangkan seorang Letnan Jenderal ikut penyerbuan yang amat berbahaya itu. Ia tak gentar. Pasukan kecil itu juga tak gentar. Hanya mungkin saja mereka tak tahu bagaimana prosedurnya sehingga seorang Letnan Jenderal menyelinap masuk ke dalam pasukan itu. Untuk apa? Yah untuk menyerbu. Mereka menang, Para Teroris semua ditembak mati. Pilot Pesawat Kapten Herman Rante ditembak oleh Teroris. Beliau meninggal di Rumah Sakit di Bangkok. Juga ditembak mati seorang Capa RPKAD, Achmad Kirang, yang gugur akibat tembakan Teroris saat penyerangan itu. Operasi Woyla berhasil. Para teroris, ingat ada pasukan khusus yang akan mengalahkanmu. Para teroris, hentikanlah semua perbuatanmu. Tirulah teladan Umar Patek, meminta maaf kepada keluarga korban Bali I dan menyatakan perbuatan teror bukan kehendak Allah. Mengorbankan begitu banyak orang karena suatu ide atau tujuan yang tak jelas, tidaklah baik dan harus diakhiri. Saya teringat akan Kol A.E Kawilarang setelah mengalahkan RMS bersama Brigjen Slamet Riyadi, mendirikan Kesatuan Komando Territori III/Siliwangi yang kemudian berkembang menjadi Kopashanda dan Kopassus, sampai sekarang. Hebatnya Kol A.E Kawilarang tidak terkatakan. Kesko TT III dipimpin oleh Kapten KNIL Belanda Mochamad Idjon Djambi yang nama aslinya adalah Kapten Rokus Bernardus Visser. Kapten inilah yang melatih dan membentuk Leonardus Benjamin Moerdani menjadi Pembina dan Pemimpin RPKAD dan kemudian menjadi Kopasus. Bapak L.B Moerdani dikenal sebagai Perajurit dan Bapak Intel Indonesia, yang selalu membawa Alkitab dan Rosario di sakunya. 
Kemudian kita mengenal Kapten Prabowo Subiyanto Djojohadiku sumo, kini Letjen (Purn) Prabowo Subiyanto Djojohadikusumo, yang pernah menjadi Komandan Jenderal Kopassus dan sejarahnya sekarang hendak menjadi Calon Presiden RI, tahun 2014 nanti. Paling tidak inilah kisah Gideon-Gideon Indonesia yang saya kenal atau pernah bertemu dan bahkan layani. Lalu The Gideon’s International adalah kelompok dunia yang menyebarkan Alkitab secara gratis ke seluruh Dunia, Sekolah, Rumah Sakit, Hotel, Lapas, dll . Bapak Brigjen (Pol) Jan N. Huwae adalah Ketua The Gideon’s Indonesia. Selain membagikan Alkitab ke seluruh Indonesia, beliau adalah Perwira Tinggi POLRI yang anti korupsi dan bahkan berani melawan atasan apabila perintah itu salah. Beliau juga membagikan traktat Injil dan traktat Alkitab pada saat masih aktif di POLRI, di manapun. Dalam hubungan dengan penanganan terhadap Teroris, kita tentu mencatat prestasi Densus 88, POLRI yang amat gemilang. Kita mengenal Kepala Korps Brigade Mobil POLRI, Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas yang amat dekat dengan semua upaya penanganan pemberontak dan teroris. Beliau memiliki Paduan Suara Khusus yang bernyanyi di berbagai Gereja di Tanah Air. Beliau berada di Jemaat GPIB “Gideon” Kelapa Dua, Depok. Sejarah Pasukan Khusus ini justru dimulai oleh Gideon. Ia harus menyaring dari 32 Juta orang menjadi 10 Juta orang, lalu menjadi hanya 300 orang laki-laki yang terpilih karena terbukti amat tangkas dan siaga saat mereka meminum air dari sungai bagaikan seekor anjing menjilat air tanpa menggunakan tangan. Hal ini menjadi inspirasi bagi pasukan penyerang dengan sandi yang amat rahasia di seluruh dunia. Israel adalah negara pertama di bawah pimpinan Hakim Gideon yang memiliki Pasukan Khusus yang hebat ini. Tetapi di atas itu, Tuhanlah yang harus dikaui sebagai Panglima Perang atau Balatentara, Zebaoth. Hanya dengan kecilnya pasukan itu kekuatan dari Tuhanlah yang harus diakui. Kehormatan akhirnya tidak diberikan kepada manusia tetapi kepada Tuhan. Kita dapat memastikan kemenangan apabila kita bergantung pada Tuhan. Namun demikian ketrampilan tinggi dan keberanian di dalam Tuhan itulah yang harus kita miliki. Jangan bergantung pada diri kita atau manusia, siapapun dia. Pasukan kecil melawan pasukan Midian yang jumlahnya 135.000 perajurit dengan segala kelengkapan perangnya, bagaimana Israel dapat menyerang dengan hanya 300 orang perajurit. Small is not only beautiful, but also powerful. Allah Israel itu juga luar biasa.Ia memberikan kesempatan bagi Gideon untuk menyusup bersama Pura, bujangnya sebagai penginta atau intelejen ke Midian untuk mendengar apa kata orang Midian tentang keadaan mereka. Malah seorang perajurit Midian bermimpi, mengatakan:”Aku bermimpi tampak sepotong roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarlah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar balikkannya, demikianlah kemah itu habis runtuh. Midian dulu sekarang adalah Arab Saudi. Wilayah mereka adalah dari Laut Mati sampai ke Laut Merah. Mereka adalah perampok-perampok. Mereka merampoki Israel pada setiap musim panen dengan pasukan untanya. Mereka membawa seluruh kekayaan yang dijumpainya dan hasil tanah Israel keluar ke negeri mereka. Midian sendiri adalah anak Abraham dari Istri keduanya, Ketura. Kembali kepada roti jelai itu , itu adalah roti kw 2 atau kwalitas 2. Harganya juga tidak tinggi. Inilah gambaran yang diberikan tentang Pasukan Sa Pe atau 300 dari Israel itu. Pasukan kecil itu diangggap sebagai tak berarti. Bandingkan dengan pasukan Midian dan Amalek. Jadi di atas kertas pasukan khusus Israel ini tak akan berghasil dan bahkan akan mati semuanya. Tetapi karena Small but dependent on the Lord , Kecil tetapi bergantung pada Tuhan, maka pasukan khusus Gideon itu menang. Kita tahu kemudian kejadian di Kamp Midian di mana para perajurit menjadi panik dan malahan saling membunuh. Poasukan Khusus Gideon ini sebenarnya yak dapat membunuh 135.000 tentara Midian. Allah hendak memperlihatkan kepada Israel dan dunia , bahwa Ia berkuasa dan menang atas pasukan Elite Midian. Pelajaran lain yang kita dapatkan adalah bahwa Allah menggunakan seorang petani menjadi Panglima Perang. Allah dapat menggunakan setiap kita bagi maksud-Nya apabila kita mendengar panggilan dan menaati perintah-Nya. Bila Firman Tuhan berkata bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah, penguasa angkasa dll, maka kita sekarang harus melawan manusia-manusia yang kerjanya hanya mengkorup uang negara, birokrat yang menyengsarakan rakyat banyak, serta politik yang hanya menguntungkan kelompok kecil sekali. Kita harus melawan pelbagai kekerdilan dalam bernegara, berbangsa dan bermasyarakat, umpamanya karena isu anti multikulturalisme anta Bhinneka Tunggal Ika, tidak memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia, serta pendidikan dan lainnya. Kita juga masih menghadapi terorisme dan pelbagai pelanggaran HAM. Sistim dan isi kepartaian yang perlu amat dibenahi. Ayat emas dari Gideon, tatkala Tuhan berfirman:”Pergilah dengan kekuatanmu, dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engau!”. 
Tetapi jawab Gideon kepada Tuhan:”Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye, dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku”. Berfirmanlah Tuhan kepadanya:”Tetapi, Akulah yaang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis”. Gideon masih mengajukan permintaan akan dua tanda dari Tuhan dan kedua permintaan itu diluluskan. Gideon telah berhadapan muka dengan Tuhan atau malaikat Tuhan. Tetapi kata Tuhan:”Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati”. Peace be to you, do not fear, you shall not die”. (6:23). Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi Tuhan, dan menamainya :”Tuhan itu keselamatan”/ RSV : “The Lord is Peace, Jehovah Shalom”. Henry Emerson Fosdick said:”The hope of the world lies in its minorities”. Victory by the few. But the few that is qualitativley good, in faith and in deeds. Dalam masalah mayoritas dan minoritas, maka tantangan kita adalah meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan dan kesejahte –raan umat yang selalu digolongkan sebagai minoritas ini. Baik secara iman maupun secara fisik atau lahiriah. Kecil namun berkwalitas,small but of good quality, small but excellent, unggul dst. itulah yang kemudian mau tak mau harus diperhitungkan oleh mereka yang menyebut dirinya mayoritas. Apa resep terakhir kita? Bahwa Tuhan beserta kita dan berkenan atas kita. 
Shalom, Saudaraku! Salam sejahtera bagi kita semua. Amin.

 

Sumber: http://www.gpib.org/artikel/gideon-petani-yang-menjadi-panglima-perang

Artikel Terbaru

MINGGU ADVENT

03.12.2012

PENJELASAN TENTANG SIMBOL IBADAH SESUAI DENGAN TAHUN GEREJA ADVENT artinya 'kedatangan'. Istilah in

Event Terbaru

KECERIAAN PERAYAAN PASKAH - 8 APRIL 2012

25.04.2012

PERAYAAN PASKAH 2012 - KAMPUNG AER