Sejarah GPIB Samaria Tangerang

Perjalanan sejarah GPIB Samaria Tangerang dimulai jauh sebelum jaman kemerdekaan. Bahkan mirip dengan perjalanan orang Kristen mula-mula. Jika orang Kristen mula-mula hidup pada masa penjajahan pemerintahan Romawi, maka orang-orang kristen di Tangerang yang menjadi cikal bakal jemaat GPIB jemaat Samaria Tangerang hidup dijaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Pada awalnya, masuknya kekristenan di Tangerang diawali pada tahun 1885 yang dibawa oleh tuan Sperhack, seorang misionaris berkebangsaan Belanda hingga akhirnya terus berkembang, dan disekitar tahun 1948 telah berdiri 2 buah gereja, salah satunya adalah gereja pantekosta, yang jemaatnya adalah beberapa pegawai palang merah Indonesia seperti Bapak Pia Sambe dan Bapak Mian Petrus yang biasa mengadakan persekutuan di asrama PMI (di Pasar anyar) tempat tinggal Bapak Pia Sambe. Kemudian makin lama persekutuan ini makin berkembang dengan masuknya beberapa jemaat baru sehingga membutuhkan tempat yang lebih luas, hingga diputuskanlah sekitar tahun 1950 persekutuan ini mengadakan kebaktian di ruang belajar SR VI (di jalan Daan Mogot/samping kantor pos) tempat salah seorang jemaatnya yang bernama Bapak Alipas Niman mengajar dan menjadi Kepala Sekolah. Kemudian semakin lama persekutuan ini makin berkembang hingga sekitar tahun 1956, 6 tahun setelah memakai gedung sekolah rakyat, kebaktian kembali secara rutin diadakan di rumah Bapak Pia Sambe, hal ini terjadi dikarenakan Bapak Alipas Niman harus berpindah tugas dan Kepala sekolah yang baru tidak memperbolehykan, padahal rumah Bapak Pia Sambe tidak bisa menampung jemaatnya yang sudah makin banyak dan terus bertambah. Sehingga pada tahun 1958, jemaat mengajukan permohonan kepada Departemen Kehakiman Tangerang agar diberikan sebidang tanah untuk dibangun tempat ibadah umat Kristen Tangerang. Dan akhirnya permohonan tersebut di terima dan disetujui, hingga jemaat diberikan sebidang tanah di jalan Taman Makam Pahlawan Tangerang.

Departemen Kehakiman melalui Direktur Lembaga Pemasyarakatan khusus pemuda (LPCP) Bapak Sinyal diperoleh tanah dijalan Taman Makam Pahlawan Tangerang untuk mendirikan bangunan Gereja Kristen Protestan. Dimana Departemen Kehakiman memberikan ijin adalah selain untuk sarana ibadah orang Kristen juga sebagai pengadaan tempat pelayanan kerohaniaan bagi pemuda Kristen yang berada di LPCP tersebut.

Setelah terbentuknya panitia pembangunan, akhirnya sekitar tahun 1961 mulai diadakan pembangunan di tanah seluas 109,25 Meter persegi tersebut, dan setelah 4 bulan selesailah pembangunannya, lalu pada 1 Mei 1961 diresmikanlah gedung gereja yang baru tersebut oleh Majelis Sinode GPIB yatu D.R Maitimoe dengan nama Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) EBENHAEZER yang diambil dari kitab 1 Samuel 7:12,"Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya eben-haezer, yang katanya sampai disini Tuhan menolong kita". Pendeta yang melayani secara tetap adalah Pdt. Philipus Saiman dari GKP Tanah Tinggi yang dibantu oleh Pdt. Daniel Edward Liman seorang pendeta dari militer.

Dalam perkembangannya, jemaatnya terpecah menjadi dua bagian, yaitu jemaat yang berasal dari GKP dan luar GKP, hal ini mendorong timbulnya pilihan yang harus diambil jemaat harus memilih ikut Sinodal GKP atau tergabung dengan Sinode GPIB. Setelah diambil kesepakatan akhirnya jemaat bergabung dengan Sinode GPIB, dan sebagian yang tetap menginginkan GKP memilih untuk keluar dan kembali mengadakan persekutuan di rumah Bapak Pia Sambe di Asrama PMI Pasar Anyar Tangerang. Kemudian pada tahun 1971, terjadi peristiwa penting yang akan membawa perubahan besar di waktu waktu berikutnya, yaitu perubahan nama GPIB jemaat Ebenhaezer menjadi GPIB jemaat Samaria, Menurut salah seorang saksi sejarah yaitu Bapak Edward Riry, bahwa dalam suatu rapat majelis gereja di rumah salah seorang majelis yang bernama Bapak PP Hutagaol, diputuskanlah nama GPIB jemaat Ebenhaezer berubah menjadi GPIB jemaat Samaria, dan nama tersebut adalah atas usul Bapak Edward Riry yang diambil dari kisah orang Samaria yangt baik hati dalam alkitab. Akhirnya nama baru GPIB jemaat Samaria mulai dipergunakan pada ulang tahun ke 10 yaitu pada 1 Mei 1971 atas saran Majelis Sinode dan diumumkan oleh Bpk. Pdt. J.F Turangan.

Dalam perkembangannya kemudian, disekitar tahun 1980an, yakni pada masa GPIB jemaat Samaria dilayani kedua kalinya oleh Bpk. Pdt. J.F Turangan, telah diadakan pemugaran gedung gereja yang lama hingga bangunannya tampak seperti sekarang ini. Juga pada masa ini ditandai dengan lahirnya pos-pos pelayanan seperti pos-pelayanan Serang, dan berubahnya status salah satu sektor pelayanan yakni sektor pelayanan VI menjadi Bagian Jemaat (Bajem) Yudea yang melayani jemaat yang berdomisili di Karawaci dan sekitarnya. Perkembangan pelayanan selanjutnya adalah Pelayanan Samaria berkembang hingga ke daerah serpong dan kotabumi seiring dengan mulai dibangunnya perumahan-perumahan baru. Kemudian di awal tahun 1990an berdiri Pos pelayanan Curug yang sebelumnya berada di bawah pelayanan GKI Curug. Lalu pada tahun 1992 dibangunlah gedung gereja untuk jemaat Bajem Yudea yang kemudian berdiri sendiri dengan nama GPIB Yudea, dan pada tahun 1997 status sektor V (Kotabumi) menjadi Bagian Jemaat (Bajem) Patmos yang akhirnya juga berdiri sendiri, memisahkan diri dari jemaat GPIB Samaria Tangerang.

Memasuki era 2000an GPIB jemaat Samaria Tangerang terus memperlihatkan diri sebagai salah satu sentra pelayanan jemaat yang terus bertambah jemaatnya dan berkembang di kota Tangerang, tercatat pada 2011 jumlah jemaat GPIB Samaria Tangerang sebanyak 502 KK yang terbagi ke dalam 5 sektor pelayanan(dari I-V) dan 2 pos pelayanan, dimana sektor pelayanan satu yang melayani jemaat yang berdomisili dari Tangerang kota (sukasari) hingga Villa Melati Mas Serpong adalah yang terbanyak jumlahnya yakni sekitar 124 KK. Dan pada 1 Mei 2011 yang lalu GPIB jemaat Samaria genap berusia setengah abad alias 50 tahun, perayaanya ditandai dengan peluncuran buku sejarah perjalanan 50 tahun GPIB jemaat Samaria Tangerang, yang berisi perjalanan dari awal masa-masa pelayanan GPIB jemaat Samaria hingga saat ini.

Renungan Minggu Ini

SENIN, 31 DESEMBER 2012 [SBU]

27.11.2012

MENUJU DUNIA BARU [Malam Akhir Tahun] Wahyu 21 : 9 27 Langit dan bumi yang ada sekarang ini akan

Artikel Terbaru

MINGGU ADVENT

03.12.2012

PENJELASAN TENTANG SIMBOL IBADAH SESUAI DENGAN TAHUN GEREJA ADVENT artinya 'kedatangan'. Istilah in

Event Terbaru

KECERIAAN PERAYAAN PASKAH - 8 APRIL 2012

25.04.2012

PERAYAAN PASKAH 2012 - KAMPUNG AER